teks bergerak ke kanan

hei.. selamat datang di blog ku,jangan lupa di follow ...

Jumat, 18 April 2014

Renungan Ibu

Yuk sejenak kita merenungkan apa saja sih yang sudah kita berikan yang kita lakukan untuk kedua orang tua kita, terutama untuk ibu. Apakah yang kita lakukan sudah membuat beliau bahagia ? Apakah kita sudah menjadi seorang anak yang beliau banggakan ? Apakah kita benar-benar sudah tidak membuat ibu kita menangis lagi karna ucapan atau sikap kita yang kadang tidak sengaja menyakiti beliau?

 

Coba kita ingat kembali, begitu sabar nya beliau membesarkan, mendidik dan menjaga kita sampai saat ini.  - Saat kita ceroboh seperti tidak sengaja menumpahkan makanan atau tidak sengaja kita memecahkan gelas,tetapi beliau hanya berkata '' hati-hati ya nak'' dengan senyum lembutnya. sedangkan kalau ibu kita yang melakukan kesalahan seperti itu kita malah marah-marah .
- Saat aku masih kecil, ibu dengan sabar membantu dan mengajari ku untuk berjalan . tapi ketika nanti ibu kita sudah tua , sudah susah untuk berjalan apakah aku mampu sabar seperti ibu untuk selalu membantunya ?
- Saat aku merengek meminta balon, aku akan terus mengulangi apa yang aku mau dan aku akan berulang-ulang meminta sampai aku mendapatkan yang aku inginkan tapi ibu tetap mendengarkan ku dan tidak marah sedikitpun. tapi ketika ibu selalu mengatakan hal yang sama berulang kali,aku pasti akan marah.
- Ibu juga selalu mendengarkan apapun yang aku ceritakan tentang mainan ku, tapi saat ibu  bercerita tentang hal yang tidak menarik buat ku , aku tidak pernah mendengarkan nya.
- Ibu selalu sabar merawat ku waktu kecil . Apa aku bisa seperti ibu sabar merawat ibu saat ibu sudah tua nanti ?

Aku memang tidak memiliki hati sesabar ibu. Aku juga tidak bisa menghilangkan keegoisan ku dengan mudah seperti ibu. Aku juga tidak sekuat ibu.
Tapi jangan khawatir bu, aku janji aku yang akan merawat ibu saat ibu sudah tua nanti, aku akan selalu ada buat ibu kapanpun ibu mau. 

Maaf kan aku ibu yang selalu membantah perintahmu, yang selalu tidak mendengarkan nasihatmu, yang selalu menyakitimu dengan semua ucapan dan sikap ku yang kasar kepadamu dan terkadang membuatmu menangis. tapi dibalik itu semua aku sayang sama ibu, cuma aku gatau bagaimana cara ungkapin rasa cinta aku sama ibu. Tapi percayalah ibu aku selalu berusaha menjadi anak yang bisa ibu banggakan, yang bisa menaikkan derajat ibu. Tapi tetap dibalik keberhasilan ku pasti ada sosok seorang ibu :)

Jadi bahagiakan lah ibu mu selagi ibu mu masih ada, jangan biarkan setetes air mata kesedihan menetes dari mata ibu mu. sayangilah beliau. lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari. Dan jika ibu mu sudah tiada, teruslah panjatkan doa untuknya , agar diberi kebahagian selalu dan ditempatkan di tempat yang nyaman (surga) amin ... :)

 


Kebohongan yang sering ibu lakukan di depan anaknya

Tanpa kita sadari selama ini seorang ''ibu'' selalu banyak membuat kebohongan kepada anak nya.
Tapi kebohongan dalam hal apa ? Apakah ibu kita akan mendapatkan dosa akibat kebohongan-kebohongan yang beliau ucapkan ?

Inilah kebohongan yang sering dilakukan ibu di depan anak nya :

Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
“Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Setelah sang anak masuk SMP, demi membiayai sekolah sang anak, si ibu pergi ke koperasi dengan membawa sejumlah korek api untuk di tempel. Dari sanalah, ibu mendapatkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim hujan tiba, sang anak bangun dari tempat tidurnya, melihat sang ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Sang anak berkata padanya,
”Bu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.”
sang Ibu tersenyum dan berkata,
”Cepatlah tidur nak, aku tidak lelah”. KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemani sang anak pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, sang ibu yang tegar dan gigih menunggu sang anak di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambut anaknya  dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untuk sang anak. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, sang anak segera memberikan gelasnya untuk ibunya sambil menyuruhnya minum. Namun sang Ibu berkata,
“Minumlah nak, aku tidak haus!”. KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap peran sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup seorang diri. Kehidupan keluarga mereka pun semakin payah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang tetangga yang baik hati berkenang membantu sang ibu baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang melihat kehidupan mereka yang begitu sengsara, seringkali menasehati sang ibu untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, berkata,
“Terima kasih, saya tidak butuh cinta”. KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah sang anak serta saudara2 sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua, sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu satu ini tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk berjualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Anak2nya yang lain yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan sang ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim kembali uang tersebut. Dan  berkata,
“aku punya uang”. KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah lulus dari S1, sang anak pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika Serikat berkat beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya akusang anak pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, ia bermaksud membawa ibunya untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepada sang anak,
“Aku tidak terbiasa”. KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM.

Setelah memasuki usianya yang tua, sang ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, sang anak yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibundanya tercinta. ia melihat ibunya yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibunya yang keliatan sangat tua, menatap sang anak dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh sang ibu sehingga sang ibu terlihat lemah dan kurus kering. Sang anak menatap ibunya sambil berlinang air mata. Hatinya perih, sakit sekali jika kita melihat ibu kita dalam kondisi seperti itu. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata,
“Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan”, KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Dan setelah mengucapkan kebohongannya yang ketujuh, ibu sang anak tercinta pun menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita tersebut, penahkah kita merenungkan apa yang telah kita berikan untuk ibu kita? Pernahkah kita mengucapkan kata “Terima Kasih” kepadanya? Sudah tahukah kita bagaimana keadaan ibu kita sekarang? Pernahkah kita mencemaskan ibu kita? Apakah yang di makannya hari ini? Apakah ia punya masalah? Pernahkah kita berdo’a untuknya?memohon keselamatan dan kesehatan untuknya?

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Tapi, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita?
Cemas apakah orang tua kita sudah makan atau belum? Cemas apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum?
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.


Arti Seorang Ibu

 Selamat malam .....
    
   Kali ini saya akan membahas hal yang paling sensitif yaitu tentang ''ibu''. Kenapa saya bilang hal yang paling sensintif ? karna saya gampang banget nangis kalau udah ngebahas yang berhubungan dengan orang tua terutama ''ibu'' .  

   Dimataku, ibu adalah segalanya.Ibu adalah dua sosok yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita. Tanpa sosok Ibu kita tidak akan pernah ada di dunia ini. Bahkan banyak orang-orang hebat yang tidak akan pernah bisa menjadi hebat tanpa didukung dengan sosok ibu yang hebat di belakangnya. 

   Cobalah kita bayangkan, seorang ibu berjuang selama berbulan – bulan ( ada yang  9 bulan bahkan lebih ) membawa kita kemana – mana sewaktu kita masih di dalam rahim. Hingga  mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan kita. Tapi Saat kita lahir, apa yang kita bawa?kita hanya telanjang tanpa sehelai benang menempel di tubuh kita. Kita menangis histeris dan disekitar terlihat senyum senang dan bahagia. Apalagi raut muka mama yang tersenyum walau badannya lemas dan tak berdaya lagi. Kemudian diwaktu kecil kita makan disuapin, pakaian dipakaikan, kalau kita buang air besar ibu kita dengan sabar mengganti popok kita, ketika kita sakit mereka sibuuk mencarikan obatnya bahkan sampai tidak bisa tidur siang malam.Disaat kita sudah beranjak remaja, kita disekolahkan dengan biaya yang tidak sedikit, bahkan orang tua kita sampai rela menghutang demi anaknya sekolah yang tinggi dan Saat kita berangkat, Ibu tersenyum dan berkata di dalam hati "Dia akan menjadi orang sukses melebihi kesuksesan orang tua, Aamiin". Orang tua kita sangat bangga pada kita dan berharap kita menjadi orang yang sukses kelak. Subhanallah pengorbanan mereka, tidak mungkin kita bisa membalasnya.

   Saat dewasa,orang tua kita juga mulai bertambah tua. Kebutuhan kita semakin banyak. Kita banyak menuntut pada orang tua untuk membeli barang ini barang itu dikarenakan gengsi kita kepada teman sebaya kita. Kita tidak mau tau apa yang dilakukan Orang tua kita, yang penting kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Orang tua kita berusaha mengumpulkan uang untuk memenuhi keinginan kita. Karena yang mereka inginkan adalah kebahagiaan kita.

   Namun, kita hanya slalu menuntut untuk mendapatkan barang yang kita inginkan tanpa ada cukupnya. Orang tua kita hanya bisa menangis di dalam hati saat kita meminta barang yang kita inginkan dengan membentak bentak dan kita memilih mendiamkan orang tua kita karena merasa orang tua kita tidak mampu memenuhi kebutuhan kita. Namun orang tua kita selalu berusaha dan berusaha untuk membuat kita tersenyum. Mungkin kita selalu berpikir "kewajiban orang tua menuruti apa yang anak minta dan membahagiakan anaknya" atau "Orang tua mencari uang buat siapa kalo bukan buat anaknya". Pikiran kita itu salah,orang tua kita juga perlu kebahagiaan.

Tapi Apa yang sudah kita beri ke orang tua kita?
apa kita selalu mendoakan mereka seperti mereka mendoakan kita?
Saat ini kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan dari orang tua kita. Kita masih selalu mengandalkan orang tua kita. Tapi orang tua kita tak selamanya mendampingi kita. Saat usia orang tua kita semakin bertambah dan akhirnya malaikat menjemput mereka. Kita hanya bisa menangis dan menyesal. Hidup kita yang serba dicukupi oleh orang tua kita kini sudah tidak lagi.
 
Jika itu terjadi. Kapan saat saat kita membuat orang tua kita bahagia?
Kapan saat saat membuat orang tua kita bangga atas tindakan kita?
 
 Berikut ini adalah video yang dapat menyentuh hati kita, dan membuat kita meneteskan air mata.


Oleh karena itu selagi kita mampu, selagi kita punya kesempatan untuk membahagiakan orang tua, marilah kita bahagiakan mereka di dunia ini. Apapun yang mereka inginkan selama kita bisa memberikan di dunia ini, maka kita harus memberikanya. Jangan sampai ada kata ''MENYESAL'' Di kemudian hari.

Minggu, 09 Februari 2014

Midwife


Diambil saat pemangasan infus




Diambil saat pemasangan kateter, infus, dan Pemeriksaan BBL


Kamis, 16 Januari 2014

pilihan ku menjadi MIDWIFE

MIDWIFE !! Beberapa dia antara kalian belum mengetahui istilah midwife.
Midwife itu : Mid -> Tengah, Wife -> istri, soo istri tengah ?? NO !! Bukan itu arti sebenarnya. Midwife adalah BIDAN, Yapsss .... kata midwife berasal dari bahasa inggris. Saya akan sedikit sharing tentang midwife, karena saya adalah salah satu mahasiswi prodi kebidanan semester awal. kenapa saya memilih kebidanan untuk menjadi masa depan saya ??

Sebenarnya ga pernah terfikir untuk menjadi seorang BIDAN. Jujur dulu cita-cita saya sejak SMA adalah menjadi Dosen bahasa jepang. Tapi kedua orang tua ku kurang mendukung pilihan ku tersebut. waktu itu dibuka tes beasiswa di jepang untuk mahasiswi yang ingin mengambil jurusan sastra jepang.  Mendengar berita dari guruku tentang ada nya beasiswa itu tentu saja aku senang, namun ada hal yang mengganjal yaitu restu dari kedua orang tua ku. Mereka tidak mengijinkan ku kuliah di luar negeri so aku pun tidak jadi mengikuti tes tersebut. aku menghormati keputusan mereka yaa walaupun sedih banget ...

Setelah lulus SMA dengan hati yang mantap aku putuskan untuk mengikuti seleksi di STIKES karna aku ingat kecintaan ku terhadap biologi. dan ternyataaa..... Alhamdulillah allah memberiku kemudahan untuk lulus hingga tahap akhir seleksi.
Ku jalanilah hari-hariku dikampus tercinta, banyak yang kudapati disana mulai dari kedisiplinan,senioritas, dan yang paling menarik adalah ilmu KEBIDANAN. begitu mulia nya menjadi seorang bidan, yaang menjadi malaikat bagi setiap wanita di dunia.  semakin hari semakin bangga dengan pilihan ku menjadi seorang bidan.
sekarang baru ku sadari bahwa mimpi dan cita-cita adalah pilihan, dan sebuah perubahan. cita-cita akan merubah kita menjadi pribadi yang pantas untuk meraihnya.


Diary bidan

Disaat wanita seusia kami asyik nongkrong,jalan-jalan, shoping
dan berlama-lama memanjakan diri disalon..
Namun, kami harus berkutat dengan segudang Tugas-tugas dan bahkan pasien
yang menuntut kami siap 24 jam.
Kadang terlintas 1 pertanyaan
'' Tuhan mengapa kami berbeda ?''
Mungkin jawaban tuhan
'' Karena kami wanita istimewa ''

Aku bangga menjadi seorang bidan

Menjadi seorang bidan bukan cita-cita tapi merupakan panggilan jiwa.
ketika wanita seusia kami melakukan perawatan dan memanjakan kuku mereka , kami tidak bisa karena kami harus menyambut kehadiran malaikat-malaikat kecil dari rahim seorang ibu
ketika wanita seusia kami  asyik nongkrong dan jalan-jalan bersama teman-teman sebayanya ,tapi kami tidak, kami sibuk melayani para ibu-ibu hamil yang ingin berkonsultasi kepada kami.
ketika wanita seusia kami asyik shoping, kami tidak bisa karena diluar sana telah banyak yang menunggu dan mempercayakan kehadiran buah hati mereka kepada kami.
tapi aku BANGGA ,saat seorang bayi lahir kedunia melewati tangan ku sendiri , kalian tau rasanya ? seperti menemukan berlian dalam genggaman yang dapat meneteskan air mata.

Sesungguhnya tak pernah terbayangkan aku akan menjadi bagian dalam profesi mulia ini. Dulu setelah lulus SMA dan memutuskan untuk melanjutkan studi ku memilih jurusan kebidanan, ibuku berulang kali menanyakan jika aku yakin menempuh jalan ini, dan berulang kali pula aku menjawab ''AKU YAKIN'' 
Gak pernah terfikir sebelumnya aku bisa menolong persalinan ibu-ibu yang kadang menyebalkan, mematuhi pertograf yang sering membuat kantuk, konseling berbagai hal yang aku sendiri pun belum merasakan nya dan itu dilakukan diumurku yang masih semuda ini. Dipanggil ''IBU'' oleh ''PARA IBU'' yang sebenarnya, Bahkan tak jarang aku diremehkan karna usiaku yang masih terlihat muda menjadi seorang bidan. Tapi dibalik semua itu , aku BANGGA menjadi bagian dari profesi mulia ini.
terima kasih , tuhan